Musim Kering Berlebihan Sepanjang tiga tahun sebelum kemunculan Al Dajjal

Beberapa Bencana Musim Kering dan kelaparan di Cina, India, Ukraina, Rusia, Irlandia telah membinasakan sangat banyak manusia. Padahal , Malapetaka pada saat itu hanya Menimpa Sejumlah kota atau provinsi semata. Pada waktu yang bersamaan daerah-daerah yang lain tidak mengalami Musibah yang serupa . Bertambah dari itu, Segenap Semesta juga selamat dari Petaka dan mempuyai peluang untuk Mengasihkan sumbangan pangan serta pengobatan

Musim Gersang dan tidak ada makanan tersebut masih jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan musim kering total yang akan melanda bumi di hari penghabisan. Sebelum Kedatangan dajjal , bumi akan mengalami kekeringan selama 3 tahun penuh, Hal itu seperti mana yang disabdakan oleh Rasulullah;

“ Sebetulnya sebelum kelahiran Dajjal adalah tempo waktu tiga tahun yang sangat sukar,, pada durasi itu manusia akan dilanda oleh kelaparan yang sangat. Allah menginstruksikan pada langit pada musim perdana darinya agar menahan 1/3 dari hujannya dan memerintahkan menyuruh pada alam semesta untuk menghambat 1/3 dari tanamannya . Kemudian Allah menginstruksikan bagi langit pada musim atau tahun kedua darinya supaya bisa menghambat dua pertiga hujannya dan menyuruh dunia untuk menahan 2/3 dari tanam tanamannya . Setelah pada musim ketiga dari Allah menyuruh pada langit agar menghentikan seluruh air hujannya . musim kering tersebut terjadi secara perlahan-lahan. Pada Musim pertama, kadar hujan akan berkurang hingga 1/3 dari biasanya , sehingga mengakibatkan anjloknya pertanian hingga 1/3 dari umumnya . Manusia tentu berkeinginan kesusahan tersebut segera berakhir dan kondisi berangsur-angsur pulih. akan tetapi, keinginan tinggal harapan , pada musim selanjutnya , curah hujan justru semakin berkurang , sampai 2/3 dari curah hujan yang normal. Akibatnya langsung terasa, produk pertanian jatuh tajam hingga dua pertiga . kiranya membaik, pada musim ketiga tragedi| justru semakin mengganas. curah hujan 100% tak turun, malapetaka musim tandus pun menjadi sempurna.

Musim Tandus drastis tersebut memang terjadi  atas dasar kehendak Tuhan, Ia menjadi cobaan dari Tuhan untuk melihat siapa yang tetap menganut agama dan siapa yang kafir , siapa yang berterima kasih dan siapa saja yang ingkar . Sekarang ini memang belum dialami oleh umat manusia . Akan tetapi tanda-tanda ke arah itu sudah mulai bisa diraba-raba pada masa ini. Para intelektual, pengkaji dan pemerhati area ini memperhatikan kejadian yang mereka ucap kenaikan suhu planet( global warning, atau pemanasan global). global warning diakibatkan oleh aktivitas manusia . bertambah suhu bumi kurang lebih 0,8 derajat Celcius dalam seabad terakhir ini, lebih-lebih disebabkan pemakaian bahan bakar fosil mulai musim 1920-an atau sesudah Revolusi Industri.

Keadaan cuaca drastis akan menjadi kejadian rutin . Badai tropis akan lebih sering terjadi dan akan bertambah besar intensitasnya . Gelombang panas dan hujan lebat akan menimpa tempat yang lebih luas . Resiko terjadi kebakaran hutan dan penyebaran penyakit meningkat . Sementara itu, Musim Tandus akan menyurutkan produktivitas tanah dan jenis air. Kenaikan muka air laut akan mengakibatkan banjir lebih luas , mengasinkan air tawar, dan menggerus kawasan pesisir .

Seumpama demikian , akankah milyaran orang di muka bumi akan mengalami kelaparan secara massal ? Akankah pemakan daging manusia dan penjualan bocah- bocah kembali terjadi? Bagaimana manusia akan memusuhi serangan busung lapar, gizi buruk, lepra, kurang darah, diare kronis, dan sejumlah penyakit akibat kelaparan . Berapa ratus juta yang akan tutup usia Berapa yang kuat selamat atau beremigrasi ? Kemana mereka akan pindah tempat lainnya? Bagaimana kondisi kelompok muslimin di zaman itu?

Semuanya akan di jabarkan secara rinci pada buku zikir akhir zaman karangan ustadz Zulkifli

Add Comment