Keindahan Masjid Bir Ali di Madinah

Keindahan Masjid Bir Ali di Madinah – Jamaah haji mulai bergerak ke Mekkah. Serta sebelumnya mereka bergerak dari Madinah ke Makkah dibawa ke pemondokan lebih dulu. Mereka beristirahat sepanjang 2–3 jam. Kemudian, bus salawat membawa jamaah ke Masjidilharam untuk melakukan umrah. Mulai sejak pagi sampai siang, 11 kloter dengan keseluruhan 4. 320 anggota jamaah diberangkatkan dari Madinah ke Makkah.

Dari pemondokan di Madinah, jamaah singgah di Masjid Bir Ali untuk mengambil miqat. Mereka kenakan pakaian ihram, lakukan salat sunah Ihram, serta membaca kemauan umrah. Setelah itu, jamaah pergi dengan bus menuju pemondokan di Makkah. Perjalanan mengonsumsi saat sekitaran tujuh jam. Itu telah termasuk juga istirahat.

Dengan pertimbangan umur jamaah yang rata-rata telah lanjut dan lamanya saat perjalanan naik bus, jamaah disuruh beristirahat dahulu sesampai di Makkah. ’’Jeda saat sebelumnya pergi dari pemondokan ke Masjidilharam yaitu 2–3 jam, ’’ terang Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi Arsyad Hidayat.

Masjid Dzulhulaifah atau Bir Ali adalah tempat miqat untuk masyarakat Madinah atau jamaah yang akan menunaikan beribadah haji atau umrah serta melalui Kota Madinah. Rasulullah SAW lakukan miqat dari Bir Ali. Jamaah haji asal Indonesia gelombang pertama bakal lakukan miqat di Bir Ali.

Keindahan Masjid Bir Ali di Madinah

Keindahan Masjid Bir Ali di Madinah

Saya juga menaruh hasrat untuk lakukan miqat dari Bir Ali. Kemauan itu terwujud saat saya menyambangi Madinah pada minggu ke-2 Oktober. Saat kembali pada Makkah, kami lakukan miqat di masjid yang mampu menyimpan lima ribu jamaah ini.

Raja siang bercahaya cukup terik di lokasi Madinah, Selasa (25/8/2015) tribun berbarengan rombongan menumpang mobil untuk meninjau tempat miqat atau berihram untuk beberapa orang dari lokasi Madinah bakal melakukan haji atau umroh ke Mekah.

Dari terlalu jauh waktu mobil bakal hingga ke tempat itu terlihat satu masjid yang di desain seperti benteng pertahanan berwarna kuning dengan satu menara menjulang setinggi 64 mtr. sebagai pemberi tanda apabila kita telah tiba di Bir Ali. Namakan Bir Ali di ambil dari satu histori di mana Sayyidina Ali pernah menggali banyak sumur ditempat itu. Bir bermakna kata jamak untuk sumur.

Masjid itu jadikan tempat untuk mengambil miqat karena ditempat itu Rasulullah Saw pernah berteduh dibawah satu pohon waktu menuju kota Mekah untuk menunaikan beribadah umrah.

Masjid itu ada di satu lembah yang ada di perbatasan tanah haram, tepatnya 11 km. dari Masjid Nabawi, serta 9 km. dari segi luar Kota Madinah. Mobil yang tribun tumpangi juga mengambil jalan alami penurunan serta berputar melingkari masjid yang berdiri dia atas tempat 90 000 mtr. persegi.

Tiba di Masjid yang mempunyai luas bangunan 26 000 mtr. persegi itu terlihat areal parkir yang luas baik di belakang ingin juga sisi depan masjid. Jalan yang memutar bikin kita dapat lihat dari segi ke segi masjid itu. Mesjid ini cukup hijau karna ditumbuhi banyak pohon-pohon baik di areal parkir sisi depan ingin juga di halaman masjid sisi dalam. Beberapa taman didalam areal masjid juga tampak ditumbuhi rumput-rumput yang menghijau demikian halnya di tengah-tengah masjid itu ada taman tempat berdirinya kubah mesjid.

Keindahan Masjid Bir Ali di Madinah

Keindahan Masjid Bir Ali di Madinah

Seperti satu terminal bus, areal parkir masjid itu cukup luas. Ada sekitaran 34 ribu mtr. persegi areal yang dipakai untuk taman, lapangan parkir serta paviliun. Memanglah masjid itu pada musim haji selalu dipadati jamaah haji yang datang dari Madinah untuk mengambil miqot serta kenakan pakaian ihrom sebelumnya masuk tanah haram Mekah. Areal parkir masjid itu dapat menyimpan 500 kendaraan kecil serta 80 kendaraan besar.

Pohon kurma serta tanaman yang lain menyejukan tiap-tiap orang yang datang walau situasi siang di lokasi Dzulhulaifah demikian terik. Tempat air minum juga berjejer di dekat pintu masjid samping timur serta selatan.

Apabila kita lakukan miqot di mana kita mesti bersihkan diri dengan mandi, tak perlu khwatir. Masjid yang dikenal juga dengan nama masjid ihrom ini mempunyai 512 toilet serta 566 kamar mandi. Dari pintu-pintu sisi belakang masjid, sebelumnya ke pelataran masjid kita bakal masuk lorong di mana segi kanan serta kirinya ada WC dan kamar-kamar mandi yang disiapkan untuk jamaah dari Madinah yang bakal kenakan ihrom.

Terlihat waktu wartawan menyusuri kamar mandi masjid itu beberapa jamaah asal India tengah bertukar baju dengan kain ihrom. Sesudah kenakan pakaian ihrom, beberapa jamaah punya niat ihrom lalu masuk masjid Bir Ali untuk melakukan salat sunat ihrom.

Keindahan Masjid Bir Ali di Madinah

Keindahan Masjid Bir Ali di Madinah

Tenang saja, kamar mandi serta temapat wudhu di Bir Ali ramah untuk kebanyakan orang, ada kamar mandi serta tempat wudhu spesial perempuan dan jamaah cacat fisik serta orang lansia.

Masuk kedalam masjid, ruangnya tidaklah terlalu jelas namun merasa sejuk. Lampu neon berniat di buat agak redup dengan ditambah plastik bewarna hijau. Sesaat lantainya tertutup karpet tidak tipis berwarna merah hingga bikin kita nyaman beralama-lama di masjid itu. Masjid itu mempunyai banyak tiang hingga apabila diliha dari dinding ke dinding seakan kita ada di satu lorong dengan bentuk seperti kubah di atasnya. Lalu di depannya terlihat satu tempat imam dengan ukiran style timur tengah dicat dengan warna putih.

Masjid itu bakal jadi tempat untuk kenakan kain ihrom untuk jamaah calon haji asal Indonesia gelombang pertama yang mendarat di Madinah. Kepala Daerah Kerja Madinah Nasrullah Jasam mengungkap selepas salat subuh jamaah Kloter pertama pada 30 Agustus 2015 bakal diberangkatkan ke Mekah. “Kita telah sediakan petugas disana, ” ucap Nasrullah.

Senyum segera merekah di muka saya saat lihat bangunan berwarna cokelat muda yang mempunyai menara setinggi 62 mtr. itu. Masjid yang di bangun mulai sejak 87 hijriah ini tampak kokoh, apik, luas, serta multifungsi. Masjid ini mempunyai banyak sarana karna berperan sebagai stasiun berkunjung untuk beberapa jamaah yang melancong.

Kita dapat lihat parkir mobil yang luas serta perkebunan kurma diluar masjid. Saat masuk kedalam lingkungan masjid, ada pula pasar yang jual keperluan jamaah haji. Masjid berupa persegi yang terdiri jadi dua sisi. Dibagian tengah masjid, ada lapangan dengan tanaman yang teratur rapi.

>> Keindahan Masjid Miqat di Madinah <<

Menurut histori, Masjid Bir Ali di bangun ditempat mana Rasulullah SAW pernah bernaung dibawah satu pohon semacam akasia waktu menuju Kota Mekkah untuk menunaikan beribadah umrah. Begitu juga saat ini, tiap-tiap peziarah yang bakal melakukan beribadah haji serta umrah dari arah Kota Madinah senantiasa berhenti sesaat ditempat anggun ini untuk mandi, shalat sunnat ihram 2 rakaat, serta mengambil kemauan ihram.

Masjid Bir Ali di kenal dengan adanya banyak nama. Dimaksud Bir Ali (bir bermakna kata jamak untuk sumur), karna pada zaman dulu Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA menggali banyak sumur ditempat ini. Saat ini, sisa sumur-sumur buatan Sayyidina Ali bin Abi Thalib tak terlihat lagi. Mungkin telah terkubur karna pembangunan serta pelebaran masjid ini.

Masjid Bir Ali dimaksud juga Masjid Al Ihram serta Masjid Al Miqat karna manfaatnya sebagai tempat berihram serta mengambil miqat untuk umat Islam yang bakal menunaikan haji serta umrah. Diluar itu Masjid ini dikenal juga dengan sebutan Masjid Syajarah (yang bermakna pohon), karna seperti yang sudah dijelaskan terlebih dulu masjid yang cantik ini di bangun ditempat mana Nabi Muhammad SAW pernah berteduh dibawah satu pohon (semacam akasia).

Lalu, sebagian orang mungkin saja juga menyebutkan masjid ini dengan sebutan Masjid Dzul Hulaifah, karna letaknya ada di Distrik Dzul Hulaifah.

Rasulullah SAW senantiasa berkunjung serta mengambil miqat di Masjid ini, begitu juga saat ini beberapa peziarah yang bakal menuju Mekkah, mencontoh apa yang sudah diteladankan oleh Beliau. Jarak dari Masjid Bir Ali ke Kota Mekkah sesungguhnya masih tetap cukup jauh. Butuh saat 4 hingga 6 jam naik bus untuk tiba di Mekkah karna jaraknya masih tetap kurang lebih 450 km.

Seperti disyariatkan, ada 3 hal yang perlu diamalkan waktu mengambil miqat, termasuk juga miqat di Bir Ali ini, yakni : (1) mandi sunnat ihram serta menggunakan baju ihram ; (2) shalat sunnat ihram 2 rakaat ; serta (3) punya niat ihram dan bertalbiyah.

Uniknya Masjid Bir Ali

Karna banyak jamaah yang mandi di Bir Ali sebelumnya menggunakan baju ihram, jadi janganlah kaget jika masjid cantik ini diperlengkapi dengan 512 toilet serta 566 kamar mandi. Sebagian salah satunya dikhususkan untuk peziarah yang mempunyai kekurangan fisik (cacat badan). Walau sangat banyak toilet serta kamar mandi, tidak sedikitpun bau pesing menguar. Semua sisi masjid dari mulai daun pintu, karpet, sampai toilet serta kamar mandi berbau wangi. Terdapat beberapa petugas kebersihan disini. Sebagian bahkan juga orang Indonesia. Mereka ada yang bekerja sebagai petugas kebersihan toilet serta kamar mandi sampai penjaga kebersihan taman serta halaman masjid.

Sesungguhnya mandi sunnat ihram bisa dikerjakan di hotel pada saat beberapa jamaah ada di Kota Madinah. Walau demikian jika saat yang ada cukup panjang untuk ada di Bir Ali, jadi sebagian dari beberapa peziarah lebih sukai mandi di masjid ini karna lebih afdol. Karenanya kamar mandi yang banyak itu senantiasa saja penuh sesak pada musim haji serta mereka mesti antre di depan pintu-pintu kamar mandi, toilet, serta kran wudhu. Sebagian peziarah yang tak tahu karna apa terlupa keluarkan 2 helai kain ihram dari kopernya tak perlu cemas tak dapat mengambil miqat disini. Terdapat beberapa kios-kios kecil berjejer di dekat lapangan parkir yang jual kain ihram serta suvenir khas tanah suci yang lain.

Masjid Bir Ali yang terdapat diantara jalan raya pada Madinah serta Mekkah ini memanglah tawarkan kesejukan untuk mata. Bagaimana tak, pohon-pohon rindang tertangani, pohon-pohon kurma serta semacamnya berbaris rapi di selama jalur-jalur indah dari batu granit. Pohon-pohon itu tumbuh diatas tanah berumput hijau nan lembut. Banyak peziarah yang sebelumnya shalat berfoto-foto di bagian-bagian taman serta samping masjid, merekam masa lalu indah di tanah suci. Beberapa lagi mungkin saja tampak cepat-cepat serta sangat terpaksa meremehkan keindahan itu karna saat yang didapatkan dari koordinator peziarah cuma 15 menit.

Menyusuri taman di sekitaran Masjid Bir Ali memanglah berikan kesan yang mendalam karna keindahannya. Walau demikian, yang lebih mengagumkan lagi yaitu sisi dalam segi Masjid berbentuk koridor selebar 6 mtr. berupa galeri dengan tiang-tiang indah serta lengkungan-lengkungan cantik setinggi 28 mtr. dengan kubah putih memanjang di atasnya bakal bikin kita terpana. Subhanallah, indah sekali.

Menurut sejarahnya, Masjid Bir Ali alami sekian kali renovasi. Diawali pada saat pemerintahan Gubernur Madinah Umar bin Abdul Aziz (87 -93 Hijriyah), lalu oleh Zaini Zainuddin Al Istidar pada th. 861 Hijriyah (1456 Masehi), lantas pada zaman Dinasti Usmaniah dari Turki dengan dibantu seseorang muslim dari India pada th. 1090 Hijriyah (1679 Masehi), sampai paling akhir oleh Raja Abdul Aziz yang memerintah Kerajaan Saudi Arabia dari th. (1981 hingga 2005 M). Masjid yang awal mulanya kecil serta simpel saat ini menjelma jadi bangunan indah ini. Keseluruhnya areal masjid luasnya sekitaran 9. 000 mtr. persegi yang terbagi dalam 26. 000 mtr. persegi bangunan masjid, serta 34. 000 taman, lapangan parkir, serta paviliun.

Serta, saat tiba waktunya masuk ke ruangan shalat, situasi khusuk serta damai yang lain bakal dirasa. Untuk jamaah perempuan lebih gampang masuk lewat pintu besar nomor 6, 7, serta 8. Di pintu nomor 8 kelihatannya lebih lengang di banding dua pintu yang lain. Usai shalat 2 rakaat, jadi waktunya kembali pada bis dengan disambut senyuman ramah sopir yang mungkin saja berkebangsaan India, Pakistan, atau Bangladesh. Atau bahkan juga orang Indonesia.

Awalilah sesama peziarah mengingatkan untuk mematrikan kemauan umrah atau haji. Juga pastinya sama-sama mengingatkan larangan-larangan ihram yang ada 13 jenis. Bis bergerak perlahan meninggalkan Masjid Bir Ali berbarengan lantunan talbiyah dari beberapa peziarah pria. Labbaika Allahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulk la syarika laka

Add Comment