Indahnya Masjid Kashmiri Taqiya – Nepal

Beberapa pendaki gunung kembali kenang Nepal dengan puncak paling tinggi didunia dipegunungan Himalaya yang berdiri kokoh diperbatasan Negara itu dengan China. Sherpa satu diantara suku bangsa yang hidup di Nepal dengan cara kebiasaan adalah beberapa pemandu ulung untuk beberapa penakluk puncak Himalaya. Nepal adalah lokasi yang terkunci dari lokasi laut ada di ketinggian Himalaya membuatnya sebagai Negara dengan letak geografis paling tinggi di Bumi. Kathmandu, Ibukota Nepal ada satu lembah di ketinggian rata rata 1400 mtr. dari permukaan laut.

Nepal, Negara republik terbaru terbentuk sesudah sepanjang 250 th. berupa monarki Hindu di bawah pimpinan seseorang raja. Nepal adalah tanah kelahiran Sidharta Budha Gautama tokoh paling utama agama Budha, Sidharta Budha Gautama lahir di Nepal pada th. 563SM, Agama Budha pernah jadi agama sebagian besar di Nepal serta jadi agama Negara. Hingga lalu beralih jadi Kerajaan Hindu di th. 200SM paska invasi dinasti Gupta dari India utara yang beragama Hindu ke lokasi Nepal. Serta mulai sejak th. 2008 lantas Nepal mengesahkan dianya sebagai satu Negara Republik Demokratik Federal, bersamaan dengan jatuhnya kekuasaan Raja Nepal terahir Raja Gyanendra shah.

Di negeri dengan masyarakat sebagian besar Hindu ini, Islam ada mulai sejak kian lebih 480 th. waktu lalu. Di kota Kathmandu saat ini berdiri dua masjid besar bersejarah yang tempatnya ada di lokasi bergengsi dipusat kota Kathmandu tidak jauh dari (sisa) Istana Raja Nepal. Dua masjid besar itu yaitu Masjid Kashmiri Taqiya yang bakal kita bahas dalam artikel ini serta Jama Masjid Kathmandu. Dua masjid ada di lokasi yang sama serta cuma terpisah sebagian blok bangunan.

Histori Masjid Khasmiri Taqia – Nepal

Kubah masjid enamelMasjid Khasmiri Atau Masjid Khasmiri Pancha Taqia di bangun pertama kalinya oleh seseorang ulama Islam Khasmir pada th. 1524M di saat kekuasaan raja Rama Malla (1484-1520). Masjid ini adalah masjid pertama serta paling besar di Nepal. Keturunan beliau serta beberapa pengikutnya saat ini masihlah eksis di Kathmandu. Beliau adalah satu diantara pedagang khasmir yang berhasil di Kathmandu, menggerakkan usaha perdagangannya dengan Tibet serta India dengan berpusat di Kathmandu.

Beliau serta beberapa pegadang Khasmir yang lain saat itu memperoleh izin dari raja untuk berdagang serta menetap di Kathmandu dengan satu prasyarat supaya tak menebarkan Islam pada pemeluk agama Hindu. Masjid yang di bangun cuma untuk kebutuhan beribadah untuk muslim yang ada serta untuk tidak jadikan sebagai pusat pengembangan Islam pada pemeluk agama Hindu.

Masjid yang telah berusia kian lebih 480 th. ini pernah alami rusaknya kronis akibat serangan sekitaran 4000 massa pada tanggal 1 September 2004 lantas. Serangan itu menyusul terjadinya insiden terbunuhnya 12 pekerja Nepal yang diculik oleh milisi bersenjata di Iraq. Warga Nepal lalu melampiaskan kemarahan atas insiden itu dengan menyerang Masjid Khasmiri Takiya. Mengakibatkan kerusakan serta menyeret keluar perabotan masjid serta membakar ruang paling utama masjid Khasmiri.

Mujur tindakan itu sukses dibubarkan oleh pasukan polisi anti huru hara Nepal sampai tindak anarkis itu tidak meluas. Polisi sempat juga tutup lokasi itu yang tidak jauh dari (sisa) istana Kerajaan Narayanhity serta memberlakukan jam malam sepanjang sekian waktu, melarang masyarakat keluar tempat tinggal pada malam hari serta keluarkan perintah tembak ditempat untuk pelaku kerusuhan kelanjutan. Grup massa yang sama terlebih dulu juga sudah mendemo serta mengakibatkan kerusakan lusinan kantor perusahaan pengerah tenaga kerja yang dipersalahkan lantaran sudah kirim warga Nepal ke Iraq. Kerusuhan ini di kenal dengan sebutan black Wednesday di kupas selesai dalam tabloid nepali times edisi 10-16 September 2004.

Walau masjid ini di bangun serta dikelola oleh muslim khasmir, tetapi terbuka untuk semuanya kelompok. Khutbah jum’at di sampaikan dalam bhs Arab. Jabatan Imam sekarang ini dipegang oleh Ali Manzar. Di waktu penyelenggaraan sholat jum’at serta dua sholat hari raya masjid ini penuh sesak oleh jemaah pria hingga ke atap serta areal sekitaran masjid.

Add Comment